Wisata jogja murah 2016 – Musim mulai berpindah, hawa basah dengan hujan selama seharian mulai bertukar dengan cuaca terik yang datang dari sengatan matahari. Dedaunan dari pohon-pohon hijau rimbun juga mulai menguning, jadi kering serta berjatuhan satu demi satu meninggalkan ranting-rantingnya. Sumber-sumber mata air mulai mengecil debitnya. Juga tebing-tebing yang umum dialiri air terjun musiman serta jadi satu diantara buruan beberapa pencinta wisata blusukan. Tetapi kemarau kelihatannya belum punya pengaruh pada vegetasi rimbun di lokasi menoreh. Pohon-pohon di jogja sisi barat ini tetaplah cantik dengan warna hijau zamrudnya. Seperti yang tampak selama perjalanan kami menuju taman sungai mudal. Mudal yaitu satu mata air yang memancar dari kedalaman gua di lokasi girimulyo, kulon progo. Diberi nama mudal karna sumber air ini senantiasa pancarkan air sepanjang tahun sampai bisa memenuhi keperluan air bersih untuk warga sekitaran lewat pipa-pipa. Aliran airnya yang jernih juga meluap membuat aliran sungai dan melalui air terjun dengan nama sama, lalu berlanjut sampai air terjun kembang soka serta air terjun kedung pedut yang letaknya lebih rendah.

Wisata jogja murah sungai mudal, bermula dari kerja bakti orang-orang sekitaran bersihkan daerah aliran sungai yang tidak terurus serta lebat oleh semak belukar, tepian sungai mudal selama kurang lebih 600 meter ini juga perlahan-lahan membuat cantik diri menjelma jadi satu destinasi yang menarik untuk didatangi. Sebelumnya dikelola pokdarwis setempat seperti sekarang ini, cuma air terjun mudal yang bikin beberapa orang tertarik untuk datang berkunjung. Itu juga cuma dapat dikerjakan waktu musim penghujan, saat debet air terjun cukup deras. Kolam alami berair jernih untuk berendam, berenang atau bermain air yang di buat dengan membendung sungai jadi sajian pembuka saat sampai di taman sungai mudal. Beragam type bunga terlebih anggrek, tampak mulai ditanam di sepanjang bantaran kolam alami. Uniknya siapa saja bisa menyumbangkan benih tanaman atau bunga untuk membuat cantik taman sungai lewat programĀ  trees of hope, satu program titip tanam yang dikerjakan di taman sungai mudal sebagai usaha pelestarian lingkungan. Hingga tidak cuma nikmati kecantikannya, sebagai pengunjung kita juga turut dan melindungi seperti simbiosis mutualisme.

Melalui satu jembatan bambu artistik yang di bangun di atas bendungan, kami melalui sisi pinggir kolam lain yang lebih lega serta banyak di bangun gazebo-gazebo beratap ijuk. Di segi ini dapat tampak ruang camping ground dengan latar belakang tebing batu gunung kelir yang sepintas memanglah mirip tempat untuk pertunjukan wayang. Menurut narasi orang-orang setempat, diberi nama gunung kelir karna tebing batu itu yaitu tempat untuk pagelaran wayang di jaman wali. Lepas benar tidaknya legenda mengenai sang tebing batu, gunung kelir jadi daya tarik sendiri di taman sungai ini. Selain memiliki bentuk yang unik, kehadiran tebing batu gunung kelir bikin taman sungai mudal makin teduh, membentenginya dari serangan cahaya matahari yang menyengat. Bila tengah mujur kita dapat lihat kera ekor panjang (macaca fascicularis) yang banyak diketemukan di lokasi menoreh, menuruni tebing batu ini untuk mencari makanan.